.empi.

Jan 13

Terdampar karena Ketidakpercayaan..

Sore itu, ketika matahari mulai akan membenamkan cahayanya, perempuan itu masih terus tersenyum untuk mataharinya. Alunan melodi yang keluar dari petikan senar sebuah alat musik berwarna coklat panjang dan cukup untuk dikatakan bulat bergelombang di ujung lainnya, menambah nuansa kenyamanan pada diri si perempuan. Di dalam hatinya, inilah saatnya dia merasakan kenyamanan tersendiri dari kehidupannya yang udah lama ga didapatkannya.

Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Beberapa waktu kemudian dia menyadari, “Ada apa ini? Kenapa semuanya terasa berbeda? Ada yang aneh dengan yang sedang aku rasakan sekarang. Apakah yang sedang aku rasakan ini semuanya adalah sebuah kesalahan?”

Saat matahari telah tenggelam di barat, dia merasa “Apakah kamu tidak tahu kalau aku kesal dengan semua ini? Ini aneh. Kamu menerangi aku dengan mengatakan kalau aku ini satu-satunya. Di siang hari aku lah satu-satunya, ketika sore kamu mulai menghilang. Dan saat malam datang, kamu pergi begitu saja. Atau bahkan, kamu bisa jadi matahari yang paling menyebalkan di dunia karena telah meninggalkan aku sendiri. Apa kamu sadar wahai matahari?”

Sang matahari tak menjawab sepatah katapun pada si perempuan.

Air mata itu jatuh tetes demi tetes membasahi pipi si perempuan. Dia berlari kesana kemari mencari perlindungan. Tidak ada. Kosong. Tidak ada seorangpun. Dia ingin kembali, tp tidak bisa. Dia masih berlari sampai akhirnya dia menyadari dia ada di suatu tempat yang gelap, berduri, dan sempit. Dia menyadari dia tersesat tanpa matahari.

………………………………………..

………………………………………..

………………………………………..

Tetapi, dia masih sadar, ada sumber cahaya lain yang bisa dia datangi.

Sayangnya, sebelum mendapatkan hal itu, ketidakpercayaan dirinya sudah menjadi tembok yang besar bagi dirinya sendiri..